Home » Tips » Penyelamat di Saat Listrik Mati

Penyelamat di Saat Listrik Mati

mati di malam hari bukan berarti Anda harus gelap-gelapan. Lampu emergency dapat jadi sumber cahaya yang menerangi rumah Anda. Begini cara memilihnya. Apakah Anda sering mendapat “jatah” pemadaman bergilir? Listrik merupakan salah satu kebutuhan vital bagi kehidupan, sehingga pekerjaan kita terganggu jika listrik padam. Listrik mati, otomatis lampu tak bisa Anda nyalakan. Padahal tanpa pencahayaan, kegiatan tak bisa dilakukan dengan nyaman.

Untuk mendapatkan pengganti lampu di saat listrik padam, Anda dapat menggunakan lampu emergency. Mungkin dulu kita sering menggunakan lilin saat listrik padam, tapi penggunaan lilin yang salah berisiko menimbulkan bahaya kebakaran. Beberapa orang ada yang memilih menggunakan Generator Set (genset) untuk menyalakan listrik ketika listrik PLN padam.

Untuk mendapatkan genset dengan harga yang murah bisa membelinya melalui Suplier resmi genset silent 500 kva Surabaya.

Genset memang mampu menerangi satu rumah ketika listrik sedang padam, tetapi tak praktis, baunya pun cukup menganggu. Selain itu, memakai genset akan memakan biaya yang cukup besar. Sekarang ini, cukup banyak merek dan jenis lampu emergency di pasaran. Sebelum memilih, simak penjelasan di bawah ini.

DINDING ATAU PORTABEL?

Menurut Indah Suzanti, Country Product Marketing Manager Philips Indonesia, berdasarkan kegunaan dan penempatannya, lampu emergency dibagi 2 jenis, yaitu portabel dan wall light (lampu dinding). Jenis portabel, adalah lampu emergency yang bisa dibawa ke mana-mana, sehingga cahayanya tidak hanya berada di satu tempat, tetapi bisa diletakkan di mana pun sesuai kebutuhan.

Keuntungan lampu ini adalah, si pengguna dapat membawanya ke tempat yang ia inginkan, dan tak perlu repot mencari penggantungnya. Wall light memiliki ciri, selalu diletakkan pada dinding atau menempel di suatu bidan memiliki handle (pegangan) supaya bisa dibawa-bawa, prinsipnya adalah lampu tersebut akan selalu diletakkan di tempat yang sama.

Karena sejatinya ia bukan untuk dibawa-bawa, biasanya bentuknya tak nyaman digenggam. Namun bentuk ini punya keunggulan, yakni Anda tak perlu repot mencarinya lagi karena ia selalu berada di sana.

Tips Agar Lampu Awet

Pastikan setelah membeli, produk harus diisi dayanya penuh selama 8-10 jam. Kemudian setelah penuh, dinyalakan, dan baru dicharge kembali. Satu bulan sekali, meskipun tidak dalam keadaan mati listrik, lampu emergency harus tetap dinyalakan. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi pengendapan arus listrik, yang bisa menyebabkan lampu rusak.